FacebookTwitter

Fakta Pilot Kamikaze Mematikan Jepang Dalam Perang Dunia II

By on Nov 15, 2018 in Umum |

Share On GoogleShare On FacebookShare On Twitter

Fakta Pilot Kamikaze – Tentu saja sepanjang sejarah perang dunia kedua, hal yang tidak mungkin bisa dilupakan adalah serangan kejutan yang dilakukan oleh Jepang terhadap Amerika Serikat di Pearl Harbour. Berdasarkan catatan sejarah yang ada, kejadian tersebut merupakan titik balik paling krusial dalam perang Dunia Kedua. Selain menewaskan 2000’an warga Amerika, kejadian tersebut juga menjadi sebuah babak baru dalam perang yang sedang berlangsung ketika itu. Sengitnya pertarungan antara Jepang dan Amerika ketika itu menciptakan berbagai inovasi di bidang strategi dan teknologi. Dari pihak Jepang sendiri, taktik serangan yang paling terkenal adalah Kamikaze. Kamikaze yang disebut juga sebagai serangan bunuh diri ini adalah salah satu tindakan mulia dan pengabdian paling agung menurut kepercayaan para pejuang Jepang saat itu.

Fakta Pilot Kamikaze Mematikan Jepang Dalam Perang Dunia II

Fakta Pilot Kamikaze Mematikan Jepang Dalam Perang Dunia II

Artik kata Kamikaze jika kita terjemahkan berarti Angin Surga. Meskipun kata tersebut terkenal pada masa perang dunia kedua karena dipraktekkan oleh para pilot penyerang Pearl Harbour, namun ternyata asal muasalnya sudah cukup lama. Konsep tersebut ternyata sudah ada dari Abad ke-13 yang menghancurkan para tentara Mongolia. Ketika itu, kamikaze dipercaya sebagai karya para dewa yang telah mengabulkan doa Kaisar Jepang.

Meskipun serangan ini memakan banyak pengorbanan nyawa, diperkirakan hanya sekitar 19% pesawat Kamikaze yang berhasil mengenai target. Jumlah pesawat yang berhasil ditembak jatuh lebih banyak sebelum berhasil mencapai target yang dituju. Selebihnya ada juga karena faktor kesalahan para pilot. Memang tingkat persentase keberhasilannya sangat kecil, akan tetapi tetap saja serangan ini sangat mematikan. Hal ini terbukti dari 47 kapal sekutu yang berhasil ditenggelamkan dengan metode ini dan 300 lainnya mengalami kerusakan yang sangat serius.

Masafumi Arima adalah seorang pilot sekaligus Laksamana Angkatan Laut Kekaisaran Jepang pada masa Perang Dunia Kedua. Sebelum melakukan serangan terhadap kapal induk Amerika Serikat, dirinya terlebih dahulu melepas segala simbol dan lencana pangkat di seragam militernya dan mengatakan kepada para bawahannya bahwa dirinya tidak berencana untuk kembali dalam keadaan hidup. Menurut para sejarawan, tidak ada laporan kerusakan yang terjadi di pihak AS saat itu, besar kemungkinan dirinya tidak berhasil mencapai target dan juga dirinya tidak pernah terlihat lagi. Setelah ia meninggal dunia, pangkat wakil Laksamana diberikan kepadanya.

Teriakan para tentara jepang yang meneriakkan “Tenno Heika Banzai” dianggap sebagai sebuah aksi “Banzai Charge” oleh pihak negara sekutu. Itu sebagai bentuk kesetiaan para tentara Jepang terhadap kaisar mereka.

Sebelum turut serta dalam sebuah misi, Fakta Pilot Kamikaze Jepang terlebih dahulu mengikuti masa pelatihan selama 500 jam. Oleh karena itu, kebanyakan para pilot yang turut serta dalam misi perang dunia kedua kebanyakan adalah pilot senior dengan usia matang yang juga memiliki pengalaman terbang yang tinggi. Akan tetapi untuk pilot-pilot kamikaze, usia mereka tergolong masih mudah alasannya adalah karena para pilot senior tersebut dibutuhkan untuk melatih para pilot-pilot baru yang masih muda. Kebanyakan pilot yang turut dalam misi kamikaze ke Pearl Harbour masih berusia di bawah 24 tahun. Jam terbang yang dimiliki juga tergolong rendah, yaitu sekitar 40 hingga 50 jam saja. Itulah alasan utama mengapa banyak sekali pesawat yang tidak berhasil mencapai tujuan mereka.

Baca juga : Raja Copet Jepang